Doa ini sangat baik dibaca saat seseorang sedang menghadapi kesulitan hidup, kesedihan, atau masalah yang berat, sebagai bentuk penyerahan diri total kepada Allah. Asal-usul dan Riwayat Doa Secara riwayat, redaksi doa ini memiliki akar kuat dari kisah para nabi terdahulu dan dicatat dalam beberapa literatur Islam: 1. Doa Nabi Musa AS saat Membelah LautanBerdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Mas'ud RA, Rasulullah SAW pernah bersabda mengenai kalimat yang diucapkan oleh Nabi Musa AS saat dikejar oleh Fir'aun dan harus melintasi lautan. Redaksinya sangat mirip: "Allahumma lakal hamdu wa ilaikal musytaka wa antal musta'an..."Ketika Nabi Musa membaca doa penyerahan diri ini, Allah SWT kemudian memberikan jalan keluar (al-faraj) dengan membelah laut Merah. 2. Dikutip oleh Para Ulama FikihDalam perkembangannya, redaksi dengan tambahan kalimat "wa minkal faraju" (dan dari-Mulah jalan keluar) banyak dikutip oleh ulama, salah satunya tercatat dalam kitab ulama terkemuka Bincang Syariah. Imam al-Fasyni dan Syekh Abu Bakar Syatha menganjurkan doa ini sebagai amalan khusus ketika seseorang menghadapi masalah keduniaan atau batin yang sangat sulit dipecahkan. Keutamaan Doa • Tauhid yang Murni: Mengakui bahwa segala pujian, tempat mengadu, pertolongan, hingga jalan keluar hanya bersumber dari Allah SWT semata. • Penghancur Putus Asa: Menanamkan keyakinan kuat bahwa seberat apa pun masalah yang dihadapi, intervensi dan jalan keluar dari Allah pasti akan datang. • Pengakuan Atas Kelemahan Diri: Melalui kalimat La hawla wa la quwwata illa billah, seseorang melepaskan ego kemampuannya dan menarik pertolongan Allah yang Maha Agung. (Waktu Terbaik untuk Mengamalkannya) Doa ini dapat dibaca kapan saja, tetapi ada beberapa kondisi dan waktu yang membuatnya jauh lebih mustajab: • Saat Mengalami Jalan Buntu (Kesusahan Berat): Dibaca berulang-ulang ketika Anda merasa terdesak oleh masalah finansial, keluarga, atau keputusan hidup yang sulit, sebagaimana Nabi Musa yang terdesak di depan lautan. • Sepertiga Malam Terakhir (Waktu Tahajud): Ini adalah waktu di mana Allah SWT turun ke langit dunia dan berjanji mengabulkan setiap permintaan hamba-Nya. • Di Antara Azan dan Ikamah: Waktu yang singkat namun merupakan salah satu momentum emas terkabulnya doa. • Setelah Shalat Fardhu: Membaca doa ini saat berzikir sesudah shalat wajib membuat hati lebih tenang dan pasrah. Tips Mengamalkan dari Para Ulama: Sebagian ulama menyarankan Bincang Syariah untuk membaca doa ini seraya menggenggam jari-jari tangan kanan satu per satu saat membacanya, lalu membukanya kembali setelah selesai sebagai simbol pelepasan beban dan pembukaan jalan keluar. #catandoaharianihsan

vor 2 Stunden· ID· ID: 7660417503109172498
@Catatan Do'a Harian Ihsan
Catatan Do'a Harian Ihsan@muhammadihsan616· 🇮🇩 ID
304.7K
Aufrufe
14.2K
Likes
561
Kommentare
5.9K
Gespeichert
1.9K
Geteilt
6
SaveTik-Downloads

Beschreibung

Doa ini sangat baik dibaca saat seseorang sedang menghadapi kesulitan hidup, kesedihan, atau masalah yang berat, sebagai bentuk penyerahan diri total kepada Allah. Asal-usul dan Riwayat Doa Secara riwayat, redaksi doa ini memiliki akar kuat dari kisah para nabi terdahulu dan dicatat dalam beberapa literatur Islam: 1. Doa Nabi Musa AS saat Membelah LautanBerdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Mas'ud RA, Rasulullah SAW pernah bersabda mengenai kalimat yang diucapkan oleh Nabi Musa AS saat dikejar oleh Fir'aun dan harus melintasi lautan. Redaksinya sangat mirip: "Allahumma lakal hamdu wa ilaikal musytaka wa antal musta'an..."Ketika Nabi Musa membaca doa penyerahan diri ini, Allah SWT kemudian memberikan jalan keluar (al-faraj) dengan membelah laut Merah. 2. Dikutip oleh Para Ulama FikihDalam perkembangannya, redaksi dengan tambahan kalimat "wa minkal faraju" (dan dari-Mulah jalan keluar) banyak dikutip oleh ulama, salah satunya tercatat dalam kitab ulama terkemuka Bincang Syariah. Imam al-Fasyni dan Syekh Abu Bakar Syatha menganjurkan doa ini sebagai amalan khusus ketika seseorang menghadapi masalah keduniaan atau batin yang sangat sulit dipecahkan. Keutamaan Doa • Tauhid yang Murni: Mengakui bahwa segala pujian, tempat mengadu, pertolongan, hingga jalan keluar hanya bersumber dari Allah SWT semata. • Penghancur Putus Asa: Menanamkan keyakinan kuat bahwa seberat apa pun masalah yang dihadapi, intervensi dan jalan keluar dari Allah pasti akan datang. • Pengakuan Atas Kelemahan Diri: Melalui kalimat La hawla wa la quwwata illa billah, seseorang melepaskan ego kemampuannya dan menarik pertolongan Allah yang Maha Agung. (Waktu Terbaik untuk Mengamalkannya) Doa ini dapat dibaca kapan saja, tetapi ada beberapa kondisi dan waktu yang membuatnya jauh lebih mustajab: • Saat Mengalami Jalan Buntu (Kesusahan Berat): Dibaca berulang-ulang ketika Anda merasa terdesak oleh masalah finansial, keluarga, atau keputusan hidup yang sulit, sebagaimana Nabi Musa yang terdesak di depan lautan. • Sepertiga Malam Terakhir (Waktu Tahajud): Ini adalah waktu di mana Allah SWT turun ke langit dunia dan berjanji mengabulkan setiap permintaan hamba-Nya. • Di Antara Azan dan Ikamah: Waktu yang singkat namun merupakan salah satu momentum emas terkabulnya doa. • Setelah Shalat Fardhu: Membaca doa ini saat berzikir sesudah shalat wajib membuat hati lebih tenang dan pasrah. Tips Mengamalkan dari Para Ulama: Sebagian ulama menyarankan Bincang Syariah untuk membaca doa ini seraya menggenggam jari-jari tangan kanan satu per satu saat membacanya, lalu membukanya kembali setelah selesai sebagai simbol pelepasan beban dan pembukaan jalan keluar. #catandoaharianihsan

ÜBER DIESES VIDEO

Dieses TikTok-Video wurde von @muhammadihsan616 am 9. Juli 2026 veröffentlicht und hat bisher 304.7K Aufrufe, 14.2K Likes, 561 Kommentare, 1.9K Shares und 5.9K Speicherungen gesammelt. Der verwendete Sound ist „original sound - nizomulkhoirot11" von nizomulkhoirot. Du kannst das Video ohne Wasserzeichen als MP4 HD oder nur als MP3-Audio kostenlos und sofort direkt bei SaveTik herunterladen.

original sound - nizomulkhoirot11
de nizomulkhoirot
MP3